PROSEDUR PEMUPUKAN UMUM PUJA.168


Alat yang dibutuhkan adalah :
1.      Gayung
2.      Ember
3.      Knapsak Sprayer (15 Liter)
4.      Drum 100 atau 200 Liter

Syarat Pemupukan adalah :
·      Tanah disekitar tanaman yaitu pada lingkaran berdiameter 1-2 meter harulah bersih dari gulma.
·       Penyemprotan atau penyiraman sebaiknya dilakukan sebelum jam 9 pagi atau setelah jam 4 sore.
·       Di siram sekeliling pohon 0,5 meter – 1 meter dari batang untuk tanaman keras.
·       Untuk Tanaman Padi, Jagung, Jarak, Kacang Tanah dan lainnya yang serupa disemprot dengan memakai Knapsak Sprayer.

Applikasi Pemupukan adalah:
Puja Subur 168 (PUJA 168) diaplikasikan minimal satu minggu setelah pemupukan anorganik namun dapat diaplikasikan juga bersamaan dengan pupuk organik.
Pemakaian pupuk Anorganik dan Organik dikurangi 25%-50% dan kemudian ditambah Puja Subur 168 (PUJA 168) sesuai dengan dosis.
Pemberian Pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan dan yang kedua kalinya di akhir musim hujan untuk Tanaman Keras.
Alat Penyemprotan, ember atau gayung jangan dipakai untuk penyemprotan bahan kimia seperti pestisida.
Gunakan air sebaiknya tidak terkontaminasi dengan bahan kimia.

Applikasi Pada Tanaman Sawit
SAWIT                        DOSIS PEMUPUKAN                            KETERANGAN
TBM                            1 lt + 12 ml /pohon/6 bulan                  2 kali per tahun
TM                              1 lt + 22 ml /pohon/6 bulan                  2 kali per tahun
Umur<5 bulan                42 ml + 15 liter air, untuk 1000 bibit      1x/minggu – 5 bln
Umur>5 bulan                42 ml + 15 liter air, untuk 500 bibit        2x/minggu – 8 bln

Namun Demikian untuk lebih merinci Aplikasi Pemakaian maka dapat kami jelaskan sebagai berikut:

Panduan Aplikasi
Pupuk Kandang (Granule) & Bio Hayati Puja 168 (Cair)

Kombinasi tepat Granule dapat digantikan dengan pupuk kandang dan Bio Hayati puja 168 yang kaya mikroba:

Cara Pemakaian:
Tanaman Semusim
  1. Tanah diolah, kemudian gunakan pupuk granule Super Pupuk Kandang sebagai pupuk dasar dengan dosis antara 200-500 kg/ha (lihat table)
  2. Sebelum disemai, rendam benih/biji selama satu malam menggunakan pupuk Bio Hayati puja 168  dengan dosis 1 tutup botol : 1 liter air
  3. Siramkan air bekas rendaman pada bidang persemaian.
  4. Pemupukan dilakukan secara berkala sesuai dosis (lihat table).
  5. Pemupukan dianjurkan sebelum pukul 09.00 atau setelah pukul 16.00.
  6. Lakukan pemupukan dengan cara menyemprotkan larutan pupuk cair Bio Hayati puja 168 pada tanah di sekeliling batang.

Komoditi
Super Kandang
Bio Hayati Puja 168
Waktu Pemupukan
Dosis
Waktu Pemupukan
Dosis
Padi
    7   hbt
400-450
7, 21, 35, 49 hst
1.5 ; 1.5 ; 1.5 ; 1.5
Jagung
5-7   hbt
400-450
7, 17, 30 hst
1.5 ; 1.5 ; 1.5
Kedelai
5-7   hbt
400
7, 17, 30 hst
1.5 ; 1.5 ; 1.5
Singkong
5-7   hbt
400
0, 30-60 hst
3 ; 3
Bawang Merah
5-7  hbt
400
3, 21, 35 hst
2 ; 2 ; 2
Kentang
    7   hbt
400-500
0, 20, 30, 40 hst
1.5 ; 1.5 ; 1.5 ; 1.5
Tomat
5-7   hbt
400
0, 7, 17, 30 hst
1.5 ; 1.5 ; 1.5 ; 1.5
Sawi
5-7   hbt
200-300
0, 7, 15 hst
1.5 ; 1.5 ; 1.5
Bayam
5-7   hbt
200-300
0, 7, 15 hst
1.5 ; 1.5 ; 1.5
Terung
5-7   hbt
400
7, 21 hst
2 ; 2
Wortel
5-7   hbt
400
7, 21 hst
2 ; 2
Buncis
5-7   hbt
400
7, 21 hst
2 ; 2
Bawang Putih
    7   hbt
400
3, 21, 35 hst
2 ; 2 ; 2
Mentimun
5-7 hbt
400
7, 21 hst
2 ; 2
Kacang Panjang
5-7 hbt
400
7, 21 hst
2 ; 2
Cabai
5-7 hbt
400
7, 30, 60, 105 hst
1.5 ; 1.5 ; 1.5 ; 1.5
Ket. hbt : hari sebelum tanam    hst : hari setelah tanam

Tanaman Tahunan
  1. Tanah diolah, kemudian gunakan pupuk granule Pupuk Kandang sebagai pupuk dasar dengan dosis antara 1-2 kg/lubang tanam atau pohon (lihat table).
  2. Jika melakukan perbanyakan dengan biji, rendam biji menggunakan pupuk cair Bio Hayati Puja 168  selama satu malam dengan dosis 1 tutup botol : 1 liter air.
  3. Pemupukan dilakukan secara berkala sesuai dosis (lihat table).
  4. Pemupukan dianjurkan dilakukan sebelum pukul 09.00 atau sesudah pukul 16.00.
  5. Lakukan pemupukan dengan cara menyemprotkan larutan pupuk cair Bio Hayati puja 168 ke tanah di sekeliling batang secara melingkar dengan radius 15 cm

Catatan : Kurangi penggunaan pupuk kimia sebelum dan selama menggunakan pupuk Bio Hayati Puja 168

Komoditi
Pupuk Kandang
Bio Hayati Puja 168
Waktu Pemupukan
Dosis
Waktu Pemupukan
Dosis
Kelapa Sawit
    7   hbt
2 kg/phn
0, 45 hst atau 2 kali/thn
2 tutup botol :
2 liter air/phn
Karet
    7   hbt
2 kg/phn
0, 45 hst atau 2 kali/thn
1 tutup botol :
2 liter air/phn
Kakao
    7   hbt
2 kg/phn
0, 45 hst atau 2 kali/thn
1 tutup botol :
2 liter air/phn
Kopi
    7   hbt
2 kg/phn
0, 45 hst atau 2 kali/thn
1 tutup botol :
2 liter air/phn
Tebu
5-7  hbt
500 kg/ha
0/7, 30, 45 hst
6; 6; 6 botol/ ha
Tembakau
5-7   hbt
500 kg/ha
7, 21, 45 hst
4; 4; 4 botol/ ha
Jahe
5-7   hbt
400-450 kg/ha
0, 60, 120 hst
6; 6; 6 botol/ ha
Cengkeh
    7   hbt
500 kg/ha atau 2 kg/phn
2 kali/thn
1 tutup botol :
2 liter air/phn
Lada
    7   hbt
2 kg/phn
0, 14,45 hst atau 2 kali/thn
1 tutup botol :
2 liter air/phn
Teh
5-7   hbt
500 kg/ha
0, 14,45 hst atau 2 kali/thn
6: 6 botol/ha
Jeruk
    7   hbt
2 kg/phn
0, 14,45 hst atau 2 kali/thn
1 tutup botol :
1 liter air/phn
Mangga
    7   hbt
2 kg/phn
0, 14,45 hst atau 2 kali/thn
1 tutup botol :
2 liter air/phn
Pisang
    7   hbt
1 kg/phn
0, 21 hst
1 tutup botol :
2 liter air/phn
Durian
    7   hbt
500 kg/ha atau 2 kg/phn
0, 14,45 hst atau 2 kali/thn
1 tutup botol :
2 liter air/phn
Salak
    7   hbt
2 kg/phn
0, 14,45 hst atau 2 kali/thn
1 tutup botol :
2 liter air/phn
Rambutan
    7   hbt
2 kg/phn
0, 14,45 hst atau 2 kali/thn
1 tutup botol :
2 liter air/phn
Apel
    7   hbt
2 kg/phn
0, 14,45 hst atau 2 kali/thn
1 tutup botol :
2 liter air/phn
Pepaya
    7   hbt
1 kg/phn
0, 45 hst atau 2 kali/thn
0.5 tutup botol : 1 liter air/phn
Anggur
    7   hbt
1 kg/phn
0, 45 hst atau 2 kali/thn
0.5 tutup botol : 1 liter air/phn
Ket. hbt : hari sebelum tanam    hst : hari setelah tanam

Kegunaan
  • Bio Dekomposer
Sekumpulan mikrobia yang terkandung dalam formula Pupuk Kandang dan Bio Hayati puja 168 berfungsi merombak residu organic menjadi bahan organic yang menyehatkan tanah.
  • Bio Aktivator
Pupuk Kandang dan Bio Hayati puja 168 mengandung mikrobia untuk aktivasi kerja jasad renik di dalam tanah.
  
  • Bio Vertilizer
Berbagai macam mikrobia yang berfungsi menghasilkana hormone pertumbuhan serta unsure hara makro & mikro untuk pertumbuhan optimal tanaman, merupakan komposisi utama Pupuk Kandang & Bio Hayati puja 168

  • Bio Pestisida
Pupuk Kandang & Bio Hayati 168 mengandung mikrobia yang berfungsi meningkatkan kekebalan tanaman terhadap penyakit.

Perikanan
  • Pendederan
  1. Tanah dibersihkan dan dikeringkan selama beberapa hari, dicangkul rata dan diberikan perlakuan pengapuran apabila dirasa perlu untuk memperbaiki pH tanah (pH 7.0 – 8.0). Pengapuran dengan dosis 1000kg/ha.
  2. Taburkan pupuk granule Pupuk Kandang pada tanah dasar kolam dengan dosis 2.5kg/100m2.
  3. Air kolam setinggi 5-10 cm, biarkan selama 3-4 hari.
  4. Pada hari kelima, airi kolam mencapai ketinggian 50cm
  5. Hari keenam, pada saat warna air kolam telah menguning kehijauan pertanda fitoplakton telah tumbuh dengan baik, tebarkan benih ikan/udang/bandeng. Dua minggu setelah benih disebar, lakukan pemupukan menggunakan pupuk Bio Hayati puja 168 dengan dosis 25 ml/100m2.
  6. Maksimal 30 hari benih berada dalam kolam pendederan, pindahkan benih ikan/udang/bandeng ke dalam kolam utama (pembesaran).
  
  • Pembesaran
  1. Tanah dibersihkan dan dikeringkan selama beberapa hari, dicangkul rata dan diberikan perlakuan pengapuran apabila dirasa perlu untuk memperbaiki pH tanah (pH 7.0 – 8.0). Pengapuran dengan dosisi 1000kg/ha.
  2. Taburkan pupuk granule Pupuk Kandang pada tanah dasar kolam dengan dosis 2.5kg/100m2.
  3. Masukan benih ikan/udang/bandeng dari kolam pendederan.
  4. Lakukan pemberian nutrisi organic menggunakan pupuk Bio Hayati puja 168 secara berkala setiap 10 hari dengan dosis 10-15 ml/100m2.

Komoditi
Pupuk Kandang
Bio Hayati puja 168
Waktu Pemupukan
Dosis
Waktu Pemupukan
Dosis
Udang Windu
H-7
250kg/ha
Pemupukan pertama pada H-7, selanjutnya H+10; H+20; H+30; H+40; H+50; H+60; H+70
Pemupukan awal 8 botol/ha selanjutnya 3 botol/ha
Bandeng
H-7
200 kg/ha
Pemupukan pertama pada H-7, selanjutnya setiap 10 hari
Pemupukan awal 5 botol/ha selanjutnya 3 botol/ha
Lele
H-7
200 kg/ha
Pemupukan pertama pada H-7, selanjutnya setiap 10 hari
Pemupukan awal 5 botol/ha selanjutnya 2 botol/ha
Gurame/
Nila/Mas
H-7
200 kg/ha
Pemupukan pertama pada H-7, selanjutnya setiap 10 hari
Pemupukan awal 5 botol/ha selanjutnya 2 botol/ha

  
Peternakan
  1. Siapkan kandang yang baik untuk tumbuh kembang ternak yaitu bias ditembus sinar matahari, temperature disekitar kandang antara 25-45oC (rata-rata 33oC) dengan kelembaban 75%.
  2. Usahakan lantai kandang terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan untuk mencegah pertumbuhan kuman penyakit.
  3. Pemberian nutrisi organic dilakukan secara berkala 1-2 kali setiap minggu dengan dosis 1 tutup botol pupuk cair Bio Hayati puja 168 dicampurkan dengan 1 liter air minum atau diaduk bersama pakan.
  4. Pemberian nutrisi organik pertama dianjurkan dilakukan dengan diminumkan langsung pada mulut hewan ternak. Karena pada pemupukan pertama, hewan belum terbiasa dengan aroma pupuk.
  5. Lakukan penimbangan setiap minggu untuk hewan kecil dan setiap bulan untuk hewan besar.

Catatan : Apabila belum tersedia pupuk granule Pupuk Kandang maka bisa diganti dengan pupuk kandang, dengan perbandingan, 1 Kg Pupuk Kandang = 15 Kg Pupuk Kandang.

Komoditi
Bio Hayati puja 168
Waktu Pemupukan
Dosis
Ayam Potong
2 kali per Minggu
1 tutup botol : 2 liter air minum
Ayam Petelur
2 kali per Minggu
1 tutup botol : 3 liter air minum
Bebek Potong
2 kali per Minggu
1 tutup botol : 1 liter air, dicampur pada pakan ternak
Bebek Petelur
2 kali per Minggu
1 tutup botol : 1 liter air, dicampur pada pakan ternak
Kelinci
1-2 kali per Minggu
1 tutup botol : 1 liter air minum
Kambing
1-2 kali per Minggu
1 tutup botol : 1 liter air minum
Sapi Perah
1-2 kali per Minggu
1 tutup botol : 1 liter air/ekor dicampur pada pakan ternak
Sapi Potong/Pedaging
1-2 kali per Minggu
1 tutup botol : 1 liter air dicampur pada pakan ternak


FERTISAVER
Puja Subur 168
Mengandung Zat Pengatur Tumbuh Organik
(Giberilin, Auksin, Sitokinin)

Puja subur 168
Merupakan pupuk hayati dalam bentuk cair yang:
  • Dibuat dari bahan baku buah segar
  • Tanpa campuran bahan kimia
  • Diolah melalui proses biologis dan alamiah
  • Telah lulus uji dan memperoleh ijin edar dari Departemen Pertanian Republik Indonesia
  • Mengandung mikroorganisme menguntungkan (telah diuji di Badan Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian)
  • Mengandung Zat Pengatur Tumbuh Auksin (IAA), Sitokinin (Kinetin dan Zeatin) dan Giberilin (GA3), yang terbentuk secara biologis (telah dibuktikan melalui uji laboratorium di Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian)
  • Mengandung Asam Humat atau Humic Acid yaitu senyawa organik yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah, yaitu dalam kaitannya dengan perubahan sifat-sifat fisika, biologi, dan kimia tanah (telah dibuktikan melalui uji laboratorium di Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian).

Mengandung Mikroba
  • Pseudomonas dan Bacillus Megaterium dalam jumlah yang tinggi
¨    Merupakan bakteri pelarut fosfat
¨    Dapat meningkatkan kelarutan P dari pupuk P yang diberikan maupun residu dari pemupukan sebelumnya ditanah.
¨    Mampu mempercepat proses pelarutan pospat dari Alam
¨    Mampu mengkolonisasi Rizosfir
¨    Mampu menghasilkan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) seperti IAA dan GA3
¨    Sebagai Biokontrol melalui proteksi terhadap penyakit
  • Azotobacter dan Azosperilium
¨    Merupakan bakteri penambat N2
¨    Mampu menghasilkan substansi, zat pemacu tumbuh Giberallin, sitokinin, AIA
  • Lactobacillus sebagai pelarut fosfat dan pengendali penyakit
  • Yeast sebagai penyubur tanah, memperbaiki struktur tanah, dekomposer bahan organik

Mengandung Zat Pengatur Tumbuh Organik
  • Zat Pengatur tumbuh (plant growth regulator) organik atau fotohormon yang terkandung dalam Puja subur 168, terbentuk melalui proses biologis (alamiah) dalam proses biologis (alamiah) dalam proses produksi Puja subur 168
  • Zat Pengatur tumbuh berfungsi mengatur dan mengendalikan Berbagai aktivitas sel dan merupakan bagian dari proses regulasi genetic
  • Zat Pengatur tumbuh mengendalikan proses pertumbuhan perkembangan, dan pergerakan tumbuhan
  • Zat Pengatur tumbuh berfungsi sebagai precursor (merupakan bahan awal untuk membentuk bahan definitif)
 Mengandung Human Acid
  • Mengandung bahan organik yang mengandung unsur-unsur hara lengkap dan berfungsi sebagai soil conditioner yang dapat memperbaiki kondisi tanah menjadi lebih subur dengan menstimulasi tanaman dan mikro organism tanah
  • Mengikat logam berat dan membentuk kompleks organo logam atau senyawa khelat (chelate), sehingga mengurangi keracunan tanah
  • Meningkatkan kemampuan tanah menahan air
  • Menambah porositas tanah, yang dapat membantu aerasi dan retensi air
  • Memperbaiki struktur tanah
  • Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK)
  • Meningkatkan pH pada tanah asam
  • Meningkatkan daya penyerapan unsure P
  • Menstimulasi perkembangan mikroorganisme tanah yang berfungsi dalam proses dekomposisi bahan organik (humification)
  • Menstimulir aktifitas mikroorganisme untuk menghasilkan hormon-hormon pertumbuhan
  • Mempercepat pertumbuhan sistem akar
  • Meningkatkan kekebalan tanaman terhadap serangan penyakit
  • Meningkatkan efektifitas penggunaan pupuk, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk (kimia)

JENIS MIKROBA
SATUAN
POPULASI
Total Bakteri
Cfu/ml
1,45 x 109
Azospirilium sp
Mpn/ml
1,40 x 109
Bacillus
Cfu/ml
8,5 x 108
Total Furgi
Cfu/ml
3,6 x 106
Actinomycetes
Cfu/ml
7 x 103
Bakteri pelarut Fosfat
Cfu/ml
9,85 x 106

HORMON
SATUAN
ZPT (ppm)
Giberilin


GA3
ppm
120,25
Auksin


IAA
ppm
98,45
Sitokinin


Kinetin
ppm
117,48
Zeotin
ppm
95,40


Fungsi Fitohormon
Auksin:
  • Zat yang aktif pada proses pembentukan akar
  • Senyawa yang membantu proses pembiakan vegetative
  • Mempengaruhi proses perpanjangan sel
  • Mempengaruhi proses pembelahan sel
  • Mempercepat pemasakan buah
  • Merangsang pertumbuhan akar pada stekan atau cangkokan
  • Merangsang pembungaan secara seragam
  • Mengatur pembuahan
  • Mencegah gugur buah
Sitokinin:
  • Merangsang pembelahan sel
  • Hormon ini ditranslokasi melalui pembuluh xylem
  • Merangsang tumbuhnya tunas pada kultur jaringan atau pada tanaman induk
  • Memacu pembelahan sel dan pembentukan organ
  • Menunda penuaan
  • Meningkatkan aktivitas penampung hara
  • Memacu perkembangan kuncup samping tumbuhan dikotil
  • Memacu perkembangan kloroplas dan sintesis klorofil

 Giberilin:
  • Merangsang pembelahan sel
  • Mendorong perpanjangan batang
  • Memacu pembungaan
  • Membuka benih yang masih dorman
  • Memobilisasi karbohidrat selama perkecabahan (germination)
  • Meningkatkan aktivitas cambium dan perkembangan xylem
  • Mendukung pembentukan RNA baru
  • Mensintesa protein
  • Merangsang pembungaan (flowering)
  • Merangsang pematangan buah (fruit ripening)

Cara Aplikasi
Tanaman Semusim: 
Perlakuan Benih:
  • Rendam benih/bibit selama 30 menit dalam larutan Puja subur 168
Dosis larutan : 10 ml puja subur 168 dilarutkan dalam 1 liter air

Setelah Tanam:
  • Semprotkan larutan Puja subur 168 secara merata pada permukaan tanah atau langsung pada tanaman
  • Dosis larutan : 10 ml Puja subur 168 dilarutkan dalam 1 liter air
  • Untuk tanaman sayuran aplikasi pada hari ke 10 dan 20 setelah tanaman
  • Untuk padi aplikasi pada saat tanam (dengan mencelupkan bibit pada larutan), hari ke 7 setelah pemupukan pertama dan kedua
Catatan: Untuk tanaman padi tidak direkomendasikan pengaplikasian setelah tanaman berusia > 40 hari

 Tanaman Tahunan:
  • Semprotkan/siramkan larutan Puja subur 168 secara merata pada permukaan tanah pada radius 0,5-1 m dari pusat tanaman
  • Dosis per tanaman:
-  Sawit TBM           :    20 ml Puja Subur 168   dilarutkan dalam 2 liter air
-  Sawit TM             :    40 ml Puja subur 168    dilarutkan dalam 4 liter air
-  Karet < 4 tahun    :    20 ml Puja subur 168    dilarutkan dalam 2 liter air
-  Karet > 4 tahun    :    40 ml Puja subur 168    dilarutkan dalam 4 liter air
-  Kakao < 2 tahun   :    10 ml Puja subur 168    dilarutkan dalam 1 liter air
-  Kakao > 2 tahun   :    20 ml Puja Subur 168   dilarutkan dalam 2 liter air
  • Aplikasi dilakukan setiap 6 bulan, dan dilakukan pada hari ke 7 setelah pemupukan dengan NPK (atau pupuk kimia lainnya)
  • Catatan:
-  Penyemprotan dilakukan sebelum jam 9 pagi atau jam 3 sore pada saat hari tidak hujan
-  Dengan pemakaian puja subur 168 maka dosis pupuk kimia dapat dikurangi hingga 50% dari rekomendasi (khusus untuk komoditi Singkong, dosis penggunaan pupuk kimia tetap 100% dari yang direkomendasi)
-  Pastikan alat-alat sprayer, drum, ember, gayung, dll yang digunakan untuk aplikasi puja subur 168 dalam keadaan bersih
-  Larutan puja subur 168 harus segera habis diaplikasikan, dan tidak direkomendasikan untuk menyimpan larutan lebih dari 8 jam

sumber :www.puja168.com

Komentar

  1. The Casino City | NJ Hotels + Resorts | Jackson, MS
    The 서산 출장마사지 Casino City in Jackson, MS has everything New 동두천 출장안마 Jersey needs in a lively casino, featuring a variety of 여수 출장마사지 exciting 영주 출장마사지 entertainment options and exciting entertainment 익산 출장샵

    BalasHapus
  2. Bolehkah mengaplikasikan pupuk kimia (urea) dengan puja pada tanaman jagung? Dengan mengaplikasi tidak secara bersamaan?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review