Review
1. PUPUK
Pada saat ini masyarakat telah sadar akan dampak negative dari pemakaian pupuk kimia pada tanaman sehingga banyak petani memilih menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan dan lebih menguntungkan bagi mereka. Pada saat ini telah dikembangkan pupuk organik alami yang dapat dipergunakan untuk membantu mengatasi kendala produksi pertanian dan perkebunan.
Produk tersebut diantaranya adalah Pupuk Puja.168 yang merupakan pupuk organik cair alami 100% yang dibuat dari hasil penguraian sampah organik dengan menggunakan beberapa baktery diantaranya (Actionmycetes, Azotobacter), dari proses baktery Acetobacter inilah yang digunakan sehingga menghasilkan senyawa organik yang berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Pupuk Puja.168 telah terdaftar di Departemen Pertanian No. 000-2006009578 dan telah lulus uji resmi Balai Besar Industri Kimia No. 0088/RA/06. Kandungan nutrisi di tes di Lab. Sucofindo No. 2510576 dan Chemistry Centre , West Australia No. 00A315/1-1. Hal ini mengartikan bahwa Pupuk Puja.168 telah memenuhi syarat sebagai pupuk organik sesuai dengan komposisinya (nutrisi dan kandungan mikroba) yang telah layak untuk dipasarkan dan telah diuji coba dengan hasil yang memuaskan. Dalam Hal kualitas Kami produsen pupuk Puja.168 juga melakukan pengujian terhadap produk kami secara terus-menerus untuk menjaga tingkat kualitas produk kami sehingga menjadikan pupuk PUJA168 menjadi Produk yang 100 % ramah lungkungan dan menguntungkan para petani dan pekebun yang merupakan konsumen kami.
"Go Green" dan "Back To Nature" bukan hanya slogan semata tapi sudah menjadi komitmen kami untuk menjadikan PUJA168 yang terbaik oleh karena itu dalam perkembangannya PUJA168 sekarang telah lulus uji tahap lanjutan yaitu menjadikan PUJA168 pupuk hayati yang dikenal dengan nama PUJA SUBUR 168 dan terdaftar di Departemen Pertanian dengan No pendaftaran : L594/HAYATI/DEPTAN-PPI/VI/2010, dan juga melalui hasil tes Lab Uji Mutu Departemen Pertanian No. 055/PH/2009 dan 658/LBBPSC/XII/2009 dengan hasil antara lain sebagai berikut:
Total Bakteri = 1,45 X 109 Cfu/ml
Azospirillum sp = 1,40 X 109 Mpn/mt
Bacillus sp = 8,5 X 108 Cfu/ml
Total Fungi = 3,6 X 108 Cfu/ml
Bakteri pelarut Fosfat = 9,85 X 106 Cfu/ml
Bahkan sejak tahun 2006 hinnga 2009 PUJA168 telah diakui sebagai satu-satunya produk pupuk bio organik dari Indonesia yang dikategorikan 100 % organik oleh badan sertifikasi dunia yaitu "Control Union Certification" hal mana juga mengartikan bahwa semua produk yang menggunakan pupuk PUJA168 dikategorikan sebagai Produk Organik 100 % dan baik digunakan di pasar Eropa, USA, dan Jepang.
Pengakuan dan akreditas yang dimiliki ini berlanjut dan menjadikan PUJA 168 adalah Pupuk bio Organik pertama dan terbaik yang disertifikasi oleh Control Union Certification.
Kandungan PUJA 168 dapat diperhatikan, dengan rincian diantaranya sebagai berikut:
- Ascomycota (Fungi)
Tubuh tersusun atas miselium dengan hifa yang bersekat (bersepta). Pada umumnya, hidup di lingkungan berair, bersifat parasit pada tumbuhan dan saprofit pada sampah. Ascomycota memiliki spora yang terdapat pada kantung-kantung penyimpanan yang disebut askus (konidia).
Ciri khas pada jamur jenis ascomy adalah pada perkembangbiakan kawin membentuk askospora. Perkembangbiakan tidak kawinnya dilakukan dengan membentuk konidium, tunas dan fragmentasi. Jenis jamur ascomycota ada yang uniseluler, yaitu Saccharomyces cereviceae atau dikenal dengan (yeast).
Berdasarkan bentuk askokarp yang dihasilkan, jamur ascomycota terbagi menjadi empat, yaitu:
Ciri khas pada jamur jenis ascomy adalah pada perkembangbiakan kawin membentuk askospora. Perkembangbiakan tidak kawinnya dilakukan dengan membentuk konidium, tunas dan fragmentasi. Jenis jamur ascomycota ada yang uniseluler, yaitu Saccharomyces cereviceae atau dikenal dengan (yeast).
Berdasarkan bentuk askokarp yang dihasilkan, jamur ascomycota terbagi menjadi empat, yaitu:
- Kleistotesium, yaitu kelompok jamur ascomycota yang memiliki askokarp berbentuk bulat tertutup (ciri dari kelas Plectomyces). Contoh: jamur dari genus Penicillium dan Aspergillus.
- Peritesium, yaitu kelompok jamur yang memiliki askokarp berbentuk botol (ciri dari genus Pyrenomycetes). Contoh: Neurospora, Roselinia arcuata, danXylaria tabacina.
- Apotesium, yaitu kelompok jamur ascomycota yang askokarpnya berbentuk seperti cawan atau mangkok. Contoh: Peziza aurantia (hidup sebagai saprofit di sampah), Marshella esculenta dan Tuber sp. yang dimanfaatkan sebagai makanan.
- Askus te-lanjang, yaitu golongan jamur ascomycota yang tidak memiliki askokarp (tidak membentuk badan buah) dan merupakan ciri dari kelas Protoascomycetes. Contoh: Saccharomyces cereviceae, Candida albicans, dan Trichoderma
- Bakteri Pelarut Fosfat
Mikroba yang berperanan dalam pelarutan fospat adalah bakteri, jamur dan aktinomisetes. Dari
golongan bakteri antara lain: Bacillus firmus, B. subtilis, B. cereus, B. licheniformis, B. polymixa, B.
megatherium, Arthrobacter, Pseudomonas, Achromobacter, Flavobacterium, Micrococus dan
Mycobacterium. Pseudomonas merupakan salah satu genus dari Famili Pseudomonadaceae.
- Bakteri Penambat Nitrogen Bebas, Azotobacter
Bakteri-bakteri tersebut sudah lazim digunakan sebagai inokulan yang penting dalam pertanian terpadu (mixfarming), sistem tumpang sari (multiple cropping system) dan tanaman penutup (over crops) sebagai pupuk hayati. Pupuk hayati mempunyai kelebihan, yaitu ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang tidak terurai (rekalsitran) dan lebih murah karena dapat diproduksi secara lokal. Baik bentuk asosiasi maupun bentuk bebasnya, bakteri-bakteri tersebut tetap mempunyai kemampuan untuk mengikat (memfiksasi) nitrogen bebas, sehingga tanaman tidak hanya bergantung pada kandungan nitrogen tanah yang biasanya berasal dari pupuk kimia.
Reaksi penambatan nitrogen atmosfer (bebas) menjadi bentuk tersedia bagi tanaman adalah sebagai berikut:
2H+ 2H+ 2H+
N2 NH = NH H2N = NH2 2NH3
dinitrogen di-imida hydrazine ammonia
secara ringkasnya:
6e + 6H+ + N2 2NH3
- Enzim Nitrogenase
Tanaman menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat (NO3-) atau ammonia (NH3), sehingga ammonia yang dihasilkan dari bakteri penambat nitrogen dapat langsung digunakan oleh tanaman. Selain dapat menyediakan nitrogen untuk tanaman, bakteri penambat nitrogen juga mampu menghasilkan zat pengatur tumbuh (ZPT) bagi tanaman. Contoh dari ZPT adalah senyawa indol (IAA) yang dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan akar dan memacu pembentukan rambut akar sehingga daya serap akar terhadap nutrisi akan meningkat, dan Giberelin yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman, khususnya perpanjangan batang.
Nitrogen merupakan nutrisi yang paling penting bagi warna hijau daun (klorofil). Apabila sebuah tanaman menderita kekurangan (defisiensi) nitrogen, daun akan mengalami klorosis (daun tidak hijau), sehingga menurunkan laju fotosintesis yang akan memberikan dampak menurunnya produktivitas suatu tanaman. Institut Riset Padi Internasional (IRRI) telah melakukan penelitian bahwa bakteri penambat nitrogen bebas dapat memfiksasi nitrogen hingga 50-60%. Dengan demikian, menggunakan pupuk organik yang mengandung bakteri penambat nitrogen akan dapat menghemat biaya dengan mengurangi pemberian pupuk nitrogen konvensional.
- Actinomycetes
Para peneliti mikrobiologi telah mengelompokkan Actinomycetes ke dalam kelompok bakteri. Bakteri ini memiliki kemampuan yang penting bagi kelangsungan proses-proses fisika, kimia, dan biologi tanah. Actinomycetes biasanya hidup di dalam tanah dan berperan penting dalam proses pelapukan/perombakan bahan organik kompleks menjadi bahan organik yang lebih sederhana dan dapat langsung digunakan oleh organisme lain. Keistimewaan bakteri ini adalah memiliki kecenderungan untuk berasosiasi dengan suatu lapisan permukaan padat.
Actinomycetes adalah bakteri yang tidak tahan asam, memiliki filament di awal pertumbuhannya. Actinomycetes dapat bersifat anaerob fakultatif (mampu tumbuh baik jika terdapat O2 bebas ataupun tidak); dan dapat memfermentasi karbohidrat. Actinomycetes mempunyai 3 fungsi:
1. Mendekomposisi bahan organik
2. Menghasilkan antibiotik yang dapat menghambat bahkan mematikan mikroba lainnya, khususnya yang patogen.
3. Mengikat struktur tanah liat sehingga dapat memperbaiki Sifat-sifat fisik tanah.
4. Dapat menghilangkan bau, dengan zat-zat metabolit yang dikeluarkannya.
- Unsur Hara Puja.168
Seperti diketahui saat ini, dari sekian banyak unsur yang ada di alam, semua jenis tanaman membutuhkan mutlak (harus tersedia/tidak boleh tidak menurut Journal Ilmiah Soil Science,1998) 13 macam unsur hara untuk keperluan proses pertumbuhan dan perkembangannya yang sering dikenal dengan nama unsur hara essential.
Unsur hara ini diperlukan dalam jumlah yang berbeda satu sama lain yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi unsur hara makro (6 jenis) yang dibutuhkan dalam lebih banyak (Unsur N,P,K,Ca,S, dan Mg) dan unsur hara mikro(7 jenis) yang dibutuhkan lebit sedikit (Unsur Fe,Na,Zn,Mn,B,Cu dan Cl). Walaupun berbeda dalam jumlah kebutuhannya namun dalam fungsi pada tanaman, masing-masing unsur sama pentingnya dan tidak bisa mengalahkan / menggantikan satu sama lainnya.
Dalam hal ini masing-masing unsur hara mempunyai fungsi dan peran khusus sendiri-sendiri terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman,sehingga jika terjadi kekurangan satu jenis unsur hara saja akan mengakibatkan tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Jadi 13 macam unsur hara tersebut jika pada manusia ibarat menu makanan 4 sehat ( karbohidrat, daging,sayuran, dan buah) 5 sempurna (susu) yang masing-masing mempunyai peran sendiri-sendiri.
Unsur Makro Puja.168 Unsur Mikro Puja.168 1.N*20.48%1.Fe0.04% 2.P**4.68%2.Mn0.04%3. K***5.61% 3.Cu0.03% 4.Ca0.06%4.Zn0.04%5.Mg0.02% 5.B0.06%6.S0.14% 6.Na0.2%7.Cl0.10%
*Unsur Nitrogen merupakan nutrisi yang paling penting bagi warna hijau daun (klorofil). Apabila sebuah tanaman menderita kekurangan (defisiensi) nitrogen, daun akan mengalami klorosis (daun tidak hijau), sehingga menurunkan laju fotosintesis yang akan memberikan dampak menurunnya produktivitas suatu tanaman.
Unsur nitrogen ( 20.48%) Puja.168 sangat tinggi dibanding dengan pupuk-pupuk cair organik lainnya ( Appendix B).
**Unsur P sangat diperlukan oleh tanaman untuk proses pembelahan sel, pembungaan, pembuahan dan perkembangan akar lateral (akar cabang) yang berperan penting dalam penyerapan hara mineral.
***Unsur K sangat diperlukan oleh tanaman untuk meningkatkan daya tahan tumbuhan terhadap serangan penyakit dan meningkatkan kwalitas hasil panen.
- Manfaat dan Kegunaan Puja.168
Peningkatan produksi perkebunan sangat dipengaruhi oleh beberapa fakor, antara lain perbaikan lahan, sistem pemupukan, dan perawatan tanaman selama pertumbuhannya. Sifat lahan perkebunan selama ini selalu menggunakan pupuk kimia dan pestisida sehingga lahan yang awalnya bersifat alami menjadi tercemar dan dalam jangka panjang lahan tersebut akan rusak dan tidak layak untuk pertanian. Itulah sebabnya, pengolahan lahan harus ditangani dengan teknologi yang berkualitas, ramah lingkungan dan berkesinambungan.
Menyadari keadaan di atas, maka kami PT. Envietindo Alam Asri bersama dengan Pencipta PUJA168 dan melalui jaringan distributor kami, menawarkan teknologi yang berbasis biologis yaitu pemupukan dengan teknologi mikroorganisme pengurai bahan organik dengan merk : “Puja.168” Dengan menggunakan “Puja.168”, dapat diwujudkan kondisi lahan yang subur, stabil, dapat mengikat nitrogen bebas (dari udara),melengkapi trace element (mineral mikro) dalam tanah, menstabilkan pH tanah, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit.“Puja.168” bekerja secara lamai, non kimia dan ramah lingkungan.“Puja.168” memiliki sumber inokulan bakteri yang menguntungkan dan enzim yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman.
Puja.168 digunakan oleh petani Indonesia karena:
1. Biaya Lebih Murah
2. Biaya pembelian pupuk bisa dihemat sampai 40% karena tidak lagi membutuhkan pupuk lainnya.
3. Mengurangi penggunaan pupuk kimia sampai 50% seperti pupuk Urea maupun pupuk lainnya.
4. Kualitas Lebih Bagus
5. Hasil panen lebih bagus rendemen lebih tinggi dan jumlah panen tersortir Lebih sedikit.
6. Hasil Lebih Banyak yaitu:
- Akan terjadi peningkatan produksi sampai 30%.
- Daun menjadi lebih lebar dan hijau, pertumbuhan batang lebih besar dan kuat.
- Jumlah buah menjadi lebih banyak.
7. Panen Lebih Cepat yaitu:
- Tanaman sayur/buah-buahan bisa dipanen lebih cepat dibandingkan dengan pupuk kimia.
- Tidak Adanya Lagi Musim Buah-buahan musiman dapat dipanen sepanjang waktu.
- Pola Pemupukan Berdasarkan Kondisi Setempat
Penyemprotan sebaiknya dilakukan sebelum jam 9 pagi atau setelah jam 3 sore ( proses fhotosintesa ) Dari hasil uji coba lebih baik lagi apabila penyemprotan dilakukan pada jam 4 Sore.
Sebelum tanam tanah diolah dan diberi pupuk kandang ( Jangan di beri pupuk kimia + pestisida ).
Pemupukan dengan Puja.168 sebaiknya dilakukan 2 hari setelah menghentikan pemakaian pupuk anorganik dan/atau pestisida.
Pupuk cair organik Puja.168 adalah pengganti pupuk anorganik seperti Urea,TSP,KCL, dll. Dengan penggunaan pupuk kandang + Puja.168 ,tidak perlu lagi menggunakan pupuk anorganik.
Sebelum penanaman atau penyemprotan, lebih bagus lahan di bersihkan dahulu.
Kebutuhan unsur hara tanah berbedah bedah. Jika mendapat hasil yang berbeda , lebih bagus di hubungi agen Puja.168 terdekat .
pH tanah yang rendah (<5.0) menghambat pertumbuhan tanaman. Pengapuran diperlukan 3-4 minggu sebelum pemakaian Puja.168 atau penanaman tanaman.
sumber :www.puja168.com
sumber :www.puja168.com
Komentar
Posting Komentar